sebuah pemikiran dari menerka-nerka

NIKAH SIRI DAN PELACURAN

Saat ini berita tentang wanita kembali menghangat. Ini berasal dari ide dari pejabat pemerintah yang akan menagutur pernikahan di Indonesia agar mudah di data dan tidak menutup kemungkinan kedepan bisa di jadijan acuan semacam “family tree”.

Dalam pandangan saya, Nikah adalah sesuatu ibadah yang mulia bagi pasangan Laki-laki dan Perempuan yang yang sudah cukup umur.  Bahkan sekarang bukan lagi cukup umur tapi cukup juga materi kalau perlu, khusus bagi calon suami tentunya. Dengan kata lain jangan hanya mengandalkan umur cukup tapi kalau  nggak punya penghasilan tetap atau wiraswasta gimana nantinya mau ngasih makan anak bini, baiaya sekolah, biaya berobat dan biaya berteduh (rumah red.)

Nah, kalau nikah siri menurut pandangan saya, pihak perempuan dan anak yang dihasilkan akan menuai kerugian. Hukum di negeri ini, apabila seorang istri siri di “cerai” mereka tidak berhak menuntut pembagian harta goni gini. Demikian juga dengan anak hasil nikah Siri pastinya akan menemuai masalah ketika mengurus Akte Kelahiran. Bapak nya siapa dan mana surat nikahnya adalah pertanyaan dan syarat utama jika ingin bikin akte.

Semua juga mafhum bahwa Akte nantinya akan menentukan lancar tidaknya dalam memproses surat selanjutnya, misalnya mau daftar sekolah, KTP dan lain sebagainya.

Sementara itu di belahan lain, memprotes denda dan larangan nikah siri dan mengalihkan dengan mengecam pelacuran. Nikah pasti beda dengan “jajan”.  Pelacuran adalah fenomena yang nggak gampang di berantas. Selama masih ada hukum dagang anatara penjual dan pembeli, maka pelacuran akan sulit sekali di hilangkan dari muka bumi.

Jadi kalau menurut pendapat saya, jika nggak bisa nahan nafsu ya jangan ke tempat maksiat lebih baik “puasa”. Nah jika merasa segala “syarat” dah terpenuhi langsung aja Nikah remi dan bukan Nikah Siri.

NIKAH DENGAN BULE

Gimana jika seandainya wanita Indonesia menikah dengan bule. Hukum kewarganegaraan kita telah mengatur azas Patrilianisme alias siapa bapaknya. Klo bapaknya bule ya anaknya status kewarganegaraannya ya ngikut bapak. Okelah sekarang agak mudah misalnya, sampai umur 18 tahun boleh masih dalam 2 kewarganegaraan tapi toh tetap aja nantinya harus memilih salah satunya. Nah seandainya terjadi perceraian dengan si Bule dan Bapaknya balik ke negara asal, kan bisa terjadi perebutan anak.

Makanya dengan jaminan 500 juta, si ibu lokal ini di harapkan dapat melanjutkan mendampingi anak “blasterannya” sampai waktu tertentu. karemna biasanya kalau di bule dah pulang kampung akan sulit bagi si wanita lokal untuk mengejarnya, bisa di “telikung” lewat sponshorship maupun kedutaan yang tidak memberikan ijn ke negara mantan suaminya. Hanya saja uang jaminan 500 juta ini siapa yang kan mengelola. Jangan sampai yang mengelola nggak bener, tiba giliran mau di cairin oleh yang berhak malah duitnya dah di korupsi…. Apes deh

JUAL BAYI

Sementara ada segelintir orang di pinggiran Jakarta yang tega menjual bayi atau bocahnya dengan harga beberapa juta dengan dalih kompensasi biaya melahirkan. Mau di bawa kemana hati nurani ibu-ibu ini? Jaman apalagi ini, kok fenomenanya bikin sembilu terusik. Padahal, ketrika saya lihat anak saya pulang telat dari bermain di rumah tetangga, perasaan was-was menggelayut mengiris sembilu. Tuhan, apa yang sedang kau pertontonkan kepada kami atas semua kejadian ini. Apakah nurani ke”ibu”an dari seorang ibu mulai terkikis karena materi………..

Februari 18th, 2010 at 17:39 | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

pashaokie Sungguh kata-kata yang tidak biasa jika  statement orang tua Pasha Ungu seperti di kutip oleh beberapa media bahwa tampar menampar itu hal biasa, asalkan Oki (matan Istri Pasha -red) tidak patah tangan dan kaki.

Saya jadi miris jika apa yang di ungkapkan ini benar. Sungguh ironis dari tujuan membina rumah tangga yang seyogyanya adalah membina kasih sayang untuk mendapat ridho-Nya, ternyata harus di nodai dengan kekerasan. Yang ada di benak saya sekarang, apakah Pasha belajar dari rumah tangga orang tuanya. Apakah bapaknya sudah terbiasa menampar ibu kandung Pasha di depan anak-anaknya sehingga itu jadi contoh untuk melegalkan “tampar-menampar” sebagai sesuatu yang biasa. Sungguh sulit di mengerti.

Seharusnya Pasha tidak emosional, kalau alasan capek dari manggung di sana-sini terus di jadikan “pembenaran” untuk menyakiti (mantan) istrinya bila keinginannya tak terpenuhi, berarti ada yang salah. Meniru siapa, berguru pada siapa tentang hal-hal kekerasan dalam rumah tangga di anggap wajar. Padahal, tidak ada satupun seorang suami yang tidak capek selepas kerja. Itu adalah bentuk tanggung jawab dari apa yang sudah kita pilih. Sunnguh ironis.

Di balik syair-syair lagunya yang memuji-muji Tuhan, mungkin ada ketidak seimbangan akhlak dan akal. Padahal begitu banyak penggemar Pasha Ungu yang mengidolakannya. Apakah para penggemarnya harus terus memujanya ketika tahu siapa sesungguhnya Pasha.

Istri atau seorang ibu jauh lebih capek dan lelah mengurus keluarga. Hampir 24 jam penuh dia harus bertanggung jawab atas anak-anaknya.

Semoga berita bahwa tampar-menampar itu hal bisa adalah tidak benar. Semoga Allah akan menegakkan kebenaran itu…….

Wallahu a’lam….

Penggemar UNGU..

Juli 30th, 2009 at 18:21 | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

cici-paramida-kdrt

Kembali Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mencuat kepermukaan. Kali ini giliran Cici Paramida yang jadi korbanya. Suhaebi (Ebi) yang menjadikan Cici sebagai istri ke EMPAT merasa di jebak, sehingga dia mencoba menghindar dari Cici. Itu pengakuanya ke media. Di jebak oleh siapa pun belum ada penjelasan lebih lanjut. Yang ada dalam cerita, Suhaebi sang suami Cici saat kejadian sedang bersama Wanita Lain.

Sayangnya tidak ada (paling tidak belum) ada sudut pandang yang positif yang bisa di gunakan alasan kuat Suhaebi menghindar beretemu istrinya. Dengan melarikan diri dan menyerempet Cici itu adalah langkah penyelamatan. Lalu bagaimana dengan Cici?

Wanita ini terpaksa menanggung derita, tidak hanya batin tapi physic juga. Selain sakit hati yang pasti Cicipun terluka di pelipis dan lengannya.

Apakah ini terus di anggap hanya masalah rumah tangga. Bagiamana jika Cici waktu itu tertabrak dan terlindas mobil Suhaebi. Apakah ini juga masih sebatas ranah KDRT?

Sungguh naif, jika para perempuan yang jadi korban kebrutalan suaminya bahkan tak jarang ada yang sampai meninggal selalu masuk katagori KDRT. Apakah tidak ada pasal yang lebih membela para perempuan itu?

Juni 16th, 2009 at 06:49 | Comments & Trackbacks (4) | Permalink

tkw-di-malaysia1Sungguh biadap majikan Ibu SITI Hajar, dengan tak berperikemanusiaan menyiramkan air panas di hampir sekujur tubuh TKW kita.

Belum hilang ingatan kita pada Ibu Prita, Manohara kini ada lagi Ibu Hajar. Apa yang salah dengan dunia ini.  Apakah hati nurani sudah tercabut dari lubuk hari manusia-manusia itu.

Sakit hati, marah dan dendam berkecamuk dalam hati. Seandainya aku malaikat ingin rasanya memberi pelajaran bagi mereka-meraka yang telah berbuat di luar peri kemanusiaan.

Bagaimana pemerintahan, Agen TKI  kita mencegah agar semua ini berhenti sampai disini.

Malaysia, kenapa negeri tetangga ini melahirkan begitu banyak persoalan bagi kita. Dulu maylasia kirim Dr. Ashari, Nordin M. Top, banyak korban di Indonesia

Banyak TKI dan TKW kita di siksa di sana juga Manohara dan Siti Hajar-Siti Hajar yang lain. Belum lagi Ambalat, dulu Sipadan dan Ligitan…………ohhh….Malaysia.

Tuhan, berikan sedikit daya ingat bagi mereka yang lalai dan berikan pelajaran yang setimpal bagi orang-orang yang dhalim……….

Juni 11th, 2009 at 17:56 | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

kdrtDari kasus Manohara sampai Prita, sepertinya banyak menyita empati sekaligus emosi kita minggu-minggu terakhir ini. Sungguh dua wanita itu sangat lah “menderita” karena kasus berbeda.

Ibu Prita, ibu rumah tangga yang tidak puas dengan pelayan rumah sakit Omni International, lalu menulis surat pembaca di media sekarang jadi tersangka pencemaran “nama baik”.

Manohara melarikan diri dari suaminya karena tidak tahan kehidupan rumah tangga nya “amburadul” alias ntidak normal. Tapi patut di sayangkan ada beberapa komentar yang mengatakan ini masalah “Rumah Tangga biasa”.

Timbul pertanyaan apakah “KDRT” adalah hal biasa. Kalau Kekerasan dalam Rumah Tangga dianggap biasa, dimana nurani kita.

Mari kita bertanya dalam hati, apakah kita “TEGA” melihat adik, kakak atau anak perempuan kita “DIANIAYA” suaminya?

Apa itu hal yang biasa saja? Dimana hati nurani kita………….

Juni 8th, 2009 at 17:52 | Comments & Trackbacks (4) | Permalink

manohara-fakhry1Minggu tanggal 31/5/2009 berita kedatangan MANOHARA ke Jakarta kembali menjadi head line di sejumlah media masa baik televisi maupun koran-koran di Indonesia. Cerita tentang kehidupan gadis Indonesia yang di nikahi pangeran Fakhry dari Kelantan Malaysia ini bak cerita putri impian.

Awal dia setuju dinikahi oleh pangeran Fakhry karena di awal perkenalan dan semasa pacaran pangeran itu menunjukkan sifat yang santun, baik dan SHOLEH. Sekian lama dia mengarungi rumah tangga akhirnya sifat asli sang pangeran pun muncul. Kasar, Kejam dan Tidak menghargai Perempuan walaupun status MANO adalah istri sahnya.

Pangeran Fakhry telah membelikan MANO dan keluarganya KONDOMINIUM dan MOBIL mewah, dengan itu semua dia beranggapan bahwa dia bisa melalukan apa saja terhadan istrinya, MANOHARA.

Istri di ibaratkan barang, kalau sudah dibeli atau di bayar, dia anggap bisa melakukan apa saja, termasuk mungkin MENJUAL KEMBALI. Bahkan menurut berita, pangeran Fakhry pernah berujar MANOHARA ibarat barang mewah kalau nggak bisa di PAKAI,  ya di ganti aja.

Apakah UANG dan JABATAN bisa sekejam itu terhadap PEREMPUAN apa lagi ISTRI sendiri.

Sunnguh NAIF……………..

Juni 1st, 2009 at 06:56 | Comments & Trackbacks (13) | Permalink

jilbab-kerudung1Akhir-akhir ini media “memborbardir” kriteria capres dan cawapres yang berjilbab atau belum (bukan tidak) berjilbab.

JILBAB, yang seyogyanya lebih bersifat menyentuh masalah agama yang berkaitan dengan masalah privasi pribadi, saat ini bergeser ke masalah politik. Apakah ada jaminan jika kepalanya berjilbab, hatinya juga berjilbab.

Berapa puluh TKW kita di Timur Tengah yang harus merasakan siksaan “oknum-oknum” yang juga berjilbab disana.

Jadi JILBAB apalagi kerudung bukanlah ukuran mutlak untuk menilai “kebaikan” seseorang, apalagi yang berbau politik dalam rangka pemenangan capres dan cawapres. Terlalu jauh panggang dari pada api.

Semoga rakyat semakin pintar, di balik istri yang berjilbab atau yang tidak berjilbab bukan jaminan 100% tentang Suami - Suami mereka jika kelak menang jadi Presiden atau Wakil Presiden.

Janganlah AGAMA menjadi komoditi POLITIK

Mei 29th, 2009 at 06:33 | Comments & Trackbacks (24) | Permalink

facebook-kayin-fauzi1Facebook, Flu Burung, Flu Babi dan F*cking B*ulshit………….

Face Book adalah jejaring pertemanan yang di dalamnya penuh dengan cerita seru. Bisa ketemu teman, saudara, mantan pacar juga mantan bos yang udah lama nggak tahu kabarnya. Bisa sambung lagi tali silaturahmi dan bisa mem-flash back ingatan akan teman teman lama. Sayang, di dalam jaringan pertemanan ini dicederai juga dengan upload info bohong tentang usia, status, alamat, no telpon bahkan foto diri-pun bisa di bikin cantik atau ganteng padahal aslinya….wajah pas-pasan. Bahkan yang lebih parah ada cerita pemerkosaan setelah kopi darat antara sesama pengguna facebook. Alasan semacam inilah yang membuat sebagian orang meng HARAM kan Face book. Jika di lakukan dengantujuan baik, maka pastinya tidak perlu menipu, mengecewakan dan menyakiti orang lain. Bahkan bisa di jadikan jaringan bisnis yang saling menguntungkan.

Flu Burung, ini adalah wabah penyakit yang serem. Sudah ratusan orang jadi korban gara-gara flue jenis ini. Bahkan ibu menteri Fadillah Supari pun merasa jadi korban akal-akalan negara lain yang ingin menguasai vaksin anti flue burung.

Flu Babi, ini jenis virus baru yang asalnya dari Mexico. Virus ini juga mematikan walaupun tidak seganas flu burung. Banyak terjadi kontradiksi tentang penamaan virus jenis ini, ada yang kurang sreg dengan nama Flu Babi karena Babi kan nggak salah…(walah…).

F*cking B*lshit (tiiiiiii…….tttt sensor), ini biasanya kata keramat bos buleku bila bos  ku nggak senang dengan berita yang nggak bener alias berita bohong……….maka dengan keras dia akan melontarkan kata-kata ini…..sambil melotot matanya.

Mei 26th, 2009 at 18:26 | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

tangisan-anak-kayin-fauzi Erick yang lincah tetap berlari-lari dan sesekali  berteriak riang di arena bermain KFC samping rumahku. Di kejauhan Bunga, ibunya Erick pelan-pelan menuju pintu keluar restoran cepat saji itu untuk “meninggalkan” bocah yang usianya belum genap 3 tahun.

Dengan mengendap endap akhirnya Bunga berhasil meninggalkan Erick kecil bermain sendiri di arena bermain KPC itu. Namun setelah Bunga berhasil naik angkot, rupanya Erick melihat bahwa ibunya telah meninggalkannya sendiri.

Dengan cepat Erick berlari menerobos pintu ingin mengejar ibunya, nyaris terserempet kendaraan yang melaju kencang. Spontan tukang ojek menolong bocah tanpa dosa itu dan mencari tahu dimana orang yang mengasuhnya. Alangkah terkejutnya ternyata dia sengaja di tinggal sendirian di KFC oleh ibunya. Akhirnya dengan diantar beberapa rekanya, pak Tino si tukang ojek mengantarkan anak kecil itu ke kantor polisi untuk di lindungi.

Beberapa jam kemudian, “Bunga” si ibu Erick datang lagi ke KFC hendak mengambil anaknya. Ditebarkannya pandangan ke sekeliling arena bermain di KFC itu namun  tak ditemukan anak semata wayangnya disana. Setelah berbasa - basi tanya kepada karyawan KFC akhirnya Bunga menuju kantor polisi  tempat berlindungnya si Erick setelah dia tinggalkan tadi.

Dengan wajah tak berdosa dan tanpa sesal , Bunga akhirnya mendapatkan Erick kembali. Tak tahu kata-kata bohong apalagi yang di ucapkan kepada polisi sehingga dia dengan gampangnya meyakinkan aparat di sana. Entahlah……… Bunga sudah sangat terkenal pandai mengelabuhi ibunya, saudaranya dan teman-temanya.

Seberanya Erick adalah darah daging Bunga sendiri, hanya saja kehadiranya terlalu cepat. Bunga hamil Erick gara-gara dia dan pacarnya mandi bersama, setelah itu….. MBA (Married by Accident) trus bertengkar dengan suaminya, minggat dan jadi seperti itu……..

Bahkan tetangga pernah melihat Erick di hajar pada tengah malam itu gara-gara Erick menangis untuk minta dibkinkan susu. Setelah lelah di hajar Erick pun terlelap tanpa berhasil meneguk setetes susu itu.

Erick,  usiamu belum 3 tahun, tidak selayaknya ibumu memperlakukan mu seperti itu…….

Ibu. masihkah surga itu ada di bawah telapak kakimu…………….. ????

Mei 23rd, 2009 at 12:28 | Comments & Trackbacks (11) | Permalink

symbol-wanitaSebulan terakhir  ini, media massa kita banyak memuat topik head line nya tentang Wanita. Manohara adalah wanita pertama yang menjadi beritanya. Tentang kehidupan pribadinya sampai rumah tangganya di kupas tuntas di media massa, baik koran maupun telivisi. Mulai dari acara Gosip sampai Talk Show Serius membahasa cerita dan nasib Manohara yang besuamikan pangeran dari Kelantan Malaysia.

Manohara ditengarai jadi korban kekerasan rumah tangga dengan pangeran Fachri. Ada juga yang memberitakan pertikaian ini disulut harta dalam hutang piutang.  Benar tidaknya berita yang beredar, akan sangat lama untuk menunggu pembuktianya.

Minggu ini, WANITA kembali jadi beria, ini tidak lain karena wanita asal Tangerang bernama Rani Juliani jadi pemberitaan heboh. Perempuan ini di duga kuat menjadi pemeran cinta segitiga antara Antasari Azhar -  Nasrudin. Cinta kok segitiga, berarti pasti ada cinta segi empat, jajaran genjang, bujur sangkar…dll…pusing euy. Belum lagi Segitiga bisa di bagi lagimenjadi Segi tiga siku-siku, sama kaki….tapi nggak sama tangan.

Sepertinya semua sendi-sendi kehidupan akan bergolak jika ada wanita di dalamnya. Punya Tahta, banyak Harta tapi nggak ada wanita pasti sunyi. Punya Wanita tapi nggak punya harta juga nggak bahagia. Punya Harta, ada Wanita tapi nggak punya Tahta (Jabatan) nggak ada kebanggaan sosial.

Dengan kejadian di atas, betapa kita harus mengakui bahwa WANITA bisa merubah kehidupan seseorang menjadi apa saja. Terhormat atau Terhina ada di hadapan anda.

Sekarang kita kembalikan kepada kaum PRIA, apakah anda telah menempatkan wanita anda (istri) pada porsinya. Dia adalah pendampingmu yang sejajar dan bukan untuk dikianati.

Ikut berbelasungkawa untuk keluarga Ansari Azhar atas cobaan ini. Dan berbelasungkawa kepada keluarga Nasrudin atas kepergian bapak.

Kembali kita harus terus belajar tentang kehidupan……….

Mei 4th, 2009 at 07:26 | Comments & Trackbacks (23) | Permalink